Memilih pelumas: air, silikon, atau minyak?
Tiga jenis pelumas, tiga kegunaan berbeda. Cara memilih tanpa harus mencoba semuanya.
5 menit baca
Ringkasan
- 1Bila ragu, pilih berbahan air — aman untuk semua alat dan kondom.
- 2Berbahan silikon lebih awet, tapi merusak alat silikon.
- 3Minyak hanya untuk pijat luar dan melemahkan kondom lateks.
Pelumas bukan tanda ada yang "kurang". Tubuh tidak selalu menghasilkan cukup pelumas alami, dan itu dipengaruhi banyak hal: hormon, obat-obatan, stres, bahkan cuaca. Memakai pelumas sama wajarnya dengan memakai pelembap.
Perbandingan singkat
| Berbahan air | Berbahan silikon | Berbahan minyak | |
|---|---|---|---|
| Dengan alat silikon | Aman | Tidak | Aman |
| Dengan kondom lateks | Aman | Aman | Tidak |
| Tahan lama | Sedang | Paling lama | Lama |
| Mudah dibersihkan | Paling mudah | Sulit | Sulit |
Dua angka yang jarang dibahas
Pada pelumas berbahan air, ada dua angka yang menentukan apakah kulit akan nyaman: pH dan osmolalitas. pH yang terlalu tinggi mengganggu keseimbangan alami, sedangkan osmolalitas yang terlalu tinggi menarik cairan dari sel kulit sehingga terasa perih setelahnya.
- pH yang baik: sekitar 3,8–4,5.
- Osmolalitas yang baik: di bawah 1.200 mOsm/kg.
- Tanpa gliserin dan pewangi bila kulit mudah iritasi.